GELAR RAKERDA III, DPD KNPI DIY Usung Tema Revolusi Industri 4.0

YOGYAKARTA, KNPI.COM – DPD KNPI DIY akan menggelar Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) III mengusung tema besar Revolusi Industri 4.0, pada 07 April 2018, bertempat di Ball Room Sahid Rich Hotel Jogja. Acara Rakerda tersebut akan menghadirkan tiga narasumber yang berkompeten yaitu : Teguh Raharjo (Asdep bidang Sentra Pembinaan Kementerian Pemuda dan Olahraga Kemenpora), Andika Dwijatmiko (CEO Syafaat Marcom), dan M. Ghufron Mustaqim (VP Sale Stock).

Revolusi Industri ke 4 yang ditandai dengan kehadiran teknologi digital yang kian cangggih, tentu saja, tidak lahir dari ruang kosong. Akan tetapi ada ruang relasi yang mendahului dirinya, yakni hal ikhwal tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntutan kebutuhan manusia yang semakin komplek. Bahkan kehadiran teknologi digital dengan akses internet yang hampir sudah tersebar di seantero negeri ini pun berakibat pada hal lain.

Adanya teknologi digital mempermudah manusia untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Budaya interkonektivitas (saling terhubung) merupakan efek dari adanya akses internet. Manusia di belahan dunia manapun dapat berkomunikasi secara virtual tanpa ada batasan ruang dan waktu. Bak uang logam yang mempunyai dua sisi yang berbeda, perkembangan teknologi digital pun mempunyai sisi negatif, yakni manusia menjadi teralienasi dengan kehidupan sosial. Dapat kita lihat dalam media sosial, yang notabene sebagai dunia maya, namun mempunyai efek yang nyata. Meminjam bahasa Karlina Supelli, dunia maya merupakan ruang relasi pencipta nilai-nilai baru, yakni terbentuknya budaya idividualis. Dan masih banyak sederet permasalahan lain yang muncul, akibat dari perkembangan teknologi digital ini.

Kendati demikian, bukan berarti kita harus psismistik dan menolak perkembangan zaman ini. Masih banyak hal positif yang dapat kita manfaatkan dari perkembangan teknologi digital ini, salah satunya sebagai instrumen transformasi ekonomi. Hal ini senada dengan pemikiran Ulrich Beck, manusia akan terdorong untuk mengadakan refleksi atas perkembangan zaman, yakni memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai instrumen ekonomi.

Banyaknya media sosial, seperti facebook, twitter, istagram, maupun media online lain digunakan sebagai instrumen jual beli. Seseorang tidak harus memiliki toko bangunan, yang secara biaya akan cukup besar, jika dibandingkan dengan cukup membuat akun di media sosial sebagai instrumen jual beli. Seseorang tidak harus pergi ke pasar (konvensional) untuk membuka lapak dagangannya, namun ia cukup meng-iklan-kan di media sosial secara gratis atau secara biaya lebih ekonomis.

Pada titik ini, perkembangan teknologi digital, bukan bergantung pada besarnya modal (uang) yang dimiliki, pasalnya banyak perusahaan gulung tikar jika tidak tanggap zaman. Disisi lain, banyak perusahaan maupun perseorangan yang merintis bisnis dengan sukses jika tanggap atas perkembangan zaman. Pada titik ini seseorang tidak harus bekerja untuk orang lain, tapi menumbuhkan kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen penopangnya.

Selain sebagai instrumen peningkatan ekonomi, teknologi digital dapat menjadi penguat sekaligus meniadakan kearifan lokal yang ada. Budaya lokal dapat semakin tergerus dengan digantikan oleh budaya modern. Hal ini senada dengan pemikiran Heidegger, teknologi merupakan entitas dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi tertanam secara kultural, suatu budaya tertentu akan menggunakan teknologi secara tertentu pula, demikian sebaliknya, perkembangan teknologi dapat mengubah suatu budaya. Adanya perkembangan teknologi digital yang semakin canggih, dapat mengubah budaya lokal, yakni budaya gotong royong menjadi budaya individualis. Pada titik ini, kita perlu mengadakan refleksi atas hal tesebut, supaya ditengah-tengah perkembangan teknologi digital yang semakin canggih tidak meniadakan kearifan lokal yang ada. Justru, ia menjadi instrument penguat atas kearifan lokal. Maka dari itu, perlu ada strategi-strategi yang mesti dijalankan dari hulu ke hilir yang dijalankan oleh setiap elemen.

 

#PEMUDABERGERAK

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *