DPD RI Bekerjasama Dengan DPD KNPI DIY Sosialisasi Tentang : Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika

Mengenal kembali identitas bangsa, DPD RI bekerjasama dengan DPD KNPI DIY menggelar sosialisasi tentang : Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Seminar yang akan dilaksanakan pada hari selasa, 17 April 2018 bertempat di Aula Sekretariat DPD RI DIY, mengusung tema “Menyongsong Revolusi Industri 4.0 Menuju Kemandirian Ekonomi dan Penguatan Kearifan Lokal”. Gusti Kanjeng Ratu Hemas akan menjadi Keynote Speaker, dilanjutkan dengan dua Narasumber Ari Sudjito (Akademisi Fisipol UGM & Pengamat Politik) dan Fitroh Nurwijoyo Legowo (Ketua DPD KNPI DIY).

Seperti kita ketahui bersama, bahwa sebelum Indonesia merdeka, para pendiri bangsa telah mempersiapkan dasar, bentuk negara dan bentuk pemerintahan yang dirumuskan dalam sidang BPUPKI. Hasil sidang BPUPKI salah satunya, yakni menyepakati Pancasila sebagai dasar negara, Indonesia merupakan negara kesatuan yang berbentuk republik. Sehari setelah kemerdekaan, pada tanggal 18 Agustus 1945, melalui sidang PPKI telah disahkannya konstitusi republik Indonesia (UUD 1945). Selain itu, basis material masyarakat Indonesia sangat beragam, sehingga semboyan yang diusung, yakni Bhineka Tunggal Ika. Keempat hal ini kemudian dikenal dengan “Empat Konsensus Dasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.”

Semenjak negara ini diproklamirkan hingga hari ini, terdapat upaya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia maupun bangsa asing, untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan UUD 1945. Upaya untuk memecah belah bangsa ini pun semakin tidak terhindarkan. Gerakan separtis dan politik identitas yang semakin fanatis, kemiskinan dan kesenjangan ekonomi dapat menjadi pemicu disintegrasi bangsa. Hal ini telah dibuktikan dalam catatan sejarah, sepanjang Indonesia merdeka hingga hari ini.

Terlebih di era yang semakin canggih, dimana kita sedang memasuki babak Revolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan ditemukannya teknologi digital, tantangan bangsa ini pun semakin kompleks. Sekalipun revolusi teknologi ini mempunyai sisi positif, namun bukan berarti tanpa sisi negatif. Sekalipun dengan perangkat teknologi digital, dengan hanya sekali sentuhan, kita dapat terhubung dengan saudara-saudara kita, yang berada nun jauh disana. Hal ini menandakan efisiensi dan efektifitas. Masyarakat Indonesia semakin masif dan tak terbendung dalam akses internet. Tidak tanggung-tanggung, Tahun 2017, Indonesia merupakan pengguna internet terbesar keenam di dunia. Mungkin kita bisa bangga, karena hal ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia semakin melek teknologi.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *